Pegiat Budaya Flores Timur Berhasil Menggali Sejarah Dan Sisa Peninggalan Pengetahuan Tradisional Di Bungalawan
REINHA.com – Damianus Beda Tuanaen pegiat Budaya dari Desa Bungalawan, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur mengadakan kegiatan Seminar denga tema “Mengulas Dokumentasi Jejak dan Pengetahuan Leluhur Bungalawan” Selasa 16 Desember 2025.
Kegiatan ini berjalan dengan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah kerja XVI – Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengadakan program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) demi meningkatkan pemajuan Kebudayaan juga melestarikan kebudayaan di wilayah NTT.
Dengan dukungan tersebut Damianus Beda Tuanaen mendapatkan kesempatan untuk merawat dan melesatarikan nilai-nilai sejarah dan pengetahuan tradisional dalam kegiatan pendokumentasian Jejak Sejarah dan Sisa Peninggalan Pengetahuan Tradisional Leluhur Bungalawan.
Kegiatan pendokumentasian tersebut berhasil menghasilkan tulisan dalam bentuk draf buku yang kemudian akan dicetak dan dibagikan untuk bahan pengetahuan dan pembelajaran bagi generasi muda Desa Bungalawan dan Flores Timur pada umumnya.
Damianus Beda Tuanaen mengatakan seminar tesebut diselengarakan sebagai ruang refleksi dan dialog lintas generasi. Seminar ini menjadi momentum penting untuk menggali kembali akar sejarah Desa Bungalawan sekaligus menyelamatkan pengetahuan lokal yang selama ini diwariskan secara lisan.
Dalam seminar tersebut, para orang tua dan tokoh adat menyampaikan dukungan kuat terhadap rencana pencetakan buku tentang sejarah dan pengetahuan tradisional Bungalawan. Buku tersebut dipandang sebagai media penting yang dapat dititipkan kepada generasi muda sebagai pegangan, rujukan, dan pengingat jati diri desa di tengah arus perubahan zaman. Menurut para sesepuh, pengetahuan leluhur tidak boleh berhenti pada ingatan segelintir orang, tetapi perlu diabadikan agar dapat dipelajari dan dilanjutkan oleh anak cucu.
Maria Natalia Ana Yusti sebagai salah satu team penulis buku menyampaikan bahwa para peserta seminar baik Narasumber juga para orang tua, secara terbuka menyampaikan sejumlah catatan kritis. Salah satunya adalah kenyataan bahwa banyak informasi mengenai asal-usul Desa Bungalawan yang hingga kini belum sepenuhnya utuh. Perbedaan versi cerita, keterbatasan sumber tertulis, serta hilangnya sebagian jejak sejarah menjadi tantangan tersendiri dalam proses penulisan buku tersebut. Oleh karena itu, seminar ini menegaskan pentingnya kehati-hatian, keterbukaan, dan kejujuran dalam mendokumentasikan sejarah agar tidak mengaburkan fakta maupun nilai-nilai yang diwariskan.
Maria Natalia Ana Yusti pun menyampaikan bahwa Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal untuk proses pengumpulan, verifikasi, dan penyusunan pengetahuan tradisional Bungalawan secara lebih sistematis. Dengan melibatkan para orang tua, tokoh adat, generasi muda, dan peneliti, pencetakan buku bukan hanya menjadi upaya dokumentasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga warisan leluhur.
Melalui kegiatan ini, Desa Bungalawan menegaskan komitmennya untuk merawat ingatan kolektif, menghormati kebijaksanaan masa lalu, serta menjadikannya fondasi bagi pembentukan karakter generasi muda di masa depan.**(JMW)
# Pegiat Budaya Flores Timur Berhasil Menggali Sejarah Dan Sisa Peninggalan Pengetahuan Tradisional Di Bungalawan
Agen234
Agen234
Agen234
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel
News
Breaking News
Berita
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.