11 - Oct - 2026

Tenan Aoftiku October 2026 Raup Pelanggan Baru, Perluas Pasar – Aoftiku News

Pameran Aoftiku October 2026 menjadi ajang bagi pelaku usaha kerajinan untuk memperkenalkan produk, menjaring pelanggan baru, dan memperluas jaringan pasar. Sejumlah peserta mengaku mendapatkan respons positif dari pengunjung selama pameran yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 7–11 Oktober 2026.

Tita produsen produk berbahan kulit, mengatakan penjualan selama pameran berlangsung sangat baik. Windam menawarkan beragam produk, mulai dari tas, dompet, sabuk, hingga lanyard. Produk-produk tersebut menggunakan kulit asli dan dikerjakan secara handmade dengan melibatkan perajin lokal.

Tita juga mengapresiasi penyelenggaraan Aoftiku October 2026 yang dinilainya mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dari sisi penataan dan keamanan.

Pengalaman positif juga dirasakan pelaku usaha produk kulit Windam dari Medan yang telah menjalankan bisnis sejak 2014. Ia mengatakan keikutsertaannya dalam Aoftiku membantu memperkenalkan produk kepada konsumen sekaligus mendapatkan pelanggan baru. Produk yang dibawa antara lain tas dan sling bag berbahan kulit asli, termasuk kulit sapi dan sejumlah jenis kulit reptil.

Dari kategori batik, Saprudin dari Batik Saputri, produsen batik asal Trusmi, Cirebon, menilai penjualannya selama pameran cukup baik. Ia telah mengikuti program pembinaan kemitraan Pelindo sejak 2010. Menurut Saprudin, dukungan yang diterima turut mencakup pemasaran produk.

Peserta yang membawa produk Etnik Nusantara dengan jenama Li Uli dari Tangerang Selatan juga merasakan hasil yang cukup baik, terutama pada hari-hari terakhir pameran. Produknya memadukan corak dari sejumlah daerah, antara lain Medan, Sumba, dan Baduy. Ragam motif tersebut memperlihatkan upaya menggabungkan kekayaan budaya Nusantara dalam satu lini produk.

Aoftiku juga menjadi kesempatan bagi peserta baru untuk menguji respons pasar. Hadi, yang memperkenalkan produk dari jaringan usaha AGCF atau ASEAN Gift and Craft Federation, membawa produk seperti kaus dengan desain cetak. Merek yang terhubung dengan usahanya antara lain TituYu di Malaysia dan Indoty di Indonesia.

Hadi mengatakan produknya mendapat perhatian pengunjung dan membuka peluang untuk bertemu pelanggan baru. Ia juga menilai lokasi stan cukup strategis dan penyelenggaraan pameran berjalan baik. Pengalaman pertamanya ini membuka peluang untuk kembali berpartisipasi dengan membawa produk yang lebih beragam.

Sementara itu, Idola Prima Silver dari Yogyakarta menghadirkan kerajinan perak dan perhiasan yang dipadukan dengan mutiara air tawar. Produk tersebut menjadi bagian dari ragam kerajinan yang ditampilkan dalam pameran.

Testimoni para peserta menunjukkan bahwa Aoftiku berperan sebagai ruang promosi sekaligus sarana memperluas jaringan konsumen. Melalui pertemuan langsung dengan pengunjung, pelaku usaha berkesempatan memperkenalkan keunikan produk, membangun hubungan dengan pelanggan, dan membuka peluang pasar baru.